PENDAHULUAN
Assalamualaikum wr. wb.
Menjadi seorang
mahasiswa/i baru merupakan suatu proses transformasi yang berkesan dan menyenangkan.
Terbiasa menjadi seorang siswa/i yang selalu didorong oleh guru membuat
sebagian mahasiswa/i baru mengalami kesulitan dalam beradaptasi dan memperbaiki
diri. Tak jarang dari mereka justru merasa belum siap untuk menjadi mahasiswa/i
baru. Namun, rasa kebanggaan pun muncul ketika calon mahasiswa/i berhasil
mengalahkan ribuan saingannya untuk mendapatkan fakultas dan program studi
favorit seperti di FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Esai yang disusun kali
ini akan mewakilkan rasa kebanggaan saya menjadi mahasiswi baru FKIK UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
ISI
Sejak duduk di
bangku SMA, saya diwajibkan untuk segera menentukan minat jurusan. Saya memilih
kelompok kesehatan, banyak yang memilih dokter, perawat, kesehatan masyarakat, bidan,
gizi, dll. Di dalam kelompok tersebut, saya berdiskusi membahas beberapa PTN/PTS
di Indonesia serta membuat persiapan sebelum menjadi calon mahasiswa baru.
Saya tertarik
dengan program studi kesehatan masyarakat di FKIK UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, karena selama kurang lebih 10 tahun perkembangannya sudah sangat
bagus. Oleh karena itu fasilitas yang digunakan FKIK UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta pasti lebih canggih dari PTN lain, banyak menggunakan teknologi baru dari
luar negeri. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga memiliki rumah sakit milik
sendiri, serta klinik yang bisa menunjang perkuliahan mahasiswa/i FKIK. Tidak
hanya itu, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga bekerjasama dengan berbagai
lembaga dalam dan luar negeri, serta beberapa rumah sakit dan puskesmas di
wilayah Jabodetabek.
Sejak kecil saya
terbiasa belajar di sekolah umum. Dorongan dari kedua orangtua pun semakin memacu
saya untuk memutuskan ingin berkuliah di perguruan tinggi Islam seperti di FKIK
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Meskipun sempat terbebani oleh biaya yang
cukup besar, namun hal itu masih bisa diterima oleh keluarga.
Semenjak saya
diterima menjadi mahasiswi FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, banyak orang yang
memberikan komentar dan kritikan. Padahal, saya sendiri tidak pernah ingin
mempermasalahkan almamater. Seandainya saya masuk PTN terfavorit di Indonesia
pun pasti akan menjadi sia-sia jika saya selalu mendapatkan nilai C dan IPK
yang rendah.
Hal yang bisa dibanggakan
adalah bukan karena lolos di PTN terfavorit di Indonesia atau tidak, namun
karena perjuangan untuk mendapatkan bangku kuliah tersebut. Terbukti dengan adanya
perbandingan kuota dan peminat program studi yang rata-rata sebesar 1:10 bahkan
bisa mencapai 1:20. Sulit dibayangkan betapa bangganya ketika orang tua saya
mengetahui hal tersebut.
Ada fakta menarik
dari seorang mahasiswa/i UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu belajar
mendalami bahasa Arab dan studi keIslaman. Saya yang terbiasa belajar bahasa
Indonesia, bahasa Asing (Inggris dan Mandarin) semasa SMA sempat merasa
bingung. Bahasa Arab yang dipelajari mahasiswa/i pasti tidak akan sama dengan metode pembelajaran di
tempat lain. Berbeda dengan para lulusan pesantren/madrasah, hal ini justru
membuat saya tertantang. Meski begitu, saya tidak ingin menjadi malas dan
pesimis. Saya berusaha untuk meyakinkan diri bahwa segala hal bisa dipelajari
dan akan berguna bagi kehidupan saya nanti.
Pergaulan yang
dijalin antar mahasiswa juga bisa membantu saya untuk berubah ke arah yang
lebih baik. Terbiasa berkumpul dengan teman-teman berbeda agama sering membuat
seorang Muslim lupa diri dan jauh dari Allah SWT. Karena saya adalah mahasiswi
baru FKIK, salah satu kebanggaan lain yang didapatkan adalah saya bisa menjadi
tenaga medis yang menjalankan pengabdian kesehatan dengan ikhlas dan hanya
mengharapkan ridha Allah SWT semata.
Menunjukkan
berbagai rasa kebanggaan akan sia-sia jika tidak merencanakan suatu target lain
dan mimpi ke depan. Karena saya dipercaya oleh orang tua dan keluarga untuk
berkuliah di FKIK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, saya bertekad untuk
membanggakan mereka. Menggantikan biaya kuliah yang cukup besar dan pengorbanan
yang diberikan rasanya masih belum mampu, namun saya ingin membalasnya melalui keseriusan.
Saya tidak mau mengecewakan keluarga, saya ingin fokus pada perkuliahan agar
IPK di setiap semester cumlaude dan hasil ujian selalu baik. Saya
berusaha untuk mengatur jadwal sedemikian rupa, menaati segala tata tertib dan
disiplin waktu. Saya ingin sudah mendapat gelar S.KM saat saya berusia sekitar 21
tahun, dan dalam tempo yang singkat itu bisa langsung bekerja dan mengabdi sesuai
peminatan.
KESIMPULAN
Apapun yang
telah kita raih sekarang harus dijadikan sebagai pemacu untuk menentukan target
selanjutnya. Selalu bersyukur kepada Allah SWT karena belum tentu orang lain
bisa merasakan rasa ‘kebanggaan’ dan kenikmatan yang sama dengan kita. Kesuksesan
bukan ditentukan darimana ia tinggal dan bersekolah, namun seberapa serius,
yakin, dan berani menghadapi kerikil-kerikil di jalan menuju masa depan yang
gemilang. Insya Allah, selama masih di jalan yang benar bersama FKIK UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta saya bisa menjadi tenaga medis membanggakan. Semoga esai ini
dapat bermanfaat khususnya kepada penulis sendiri.
Wassalamualaikum wr. wb.
Download Free Casino games No downloads - The King of
BalasHapusNo download casino games Free Spins Free Spins, bonus kirill-kondrashin codes ✓. The King of Dealer Casino has an excellent license from the Government of Malta 카지노 사이트